TUGAS MAKALAH
MANAJEMEN BASIS DATA
MANAJEMEN BASIS DATA
PERUSAHAAN BUANA
FINANCE
KELAS
A
Bagus Putra
Mayani 5113100125
Dosen:
Fajar Baskoro, S.Kom., M.T.
Fajar Baskoro, S.Kom., M.T.
Asisten pembimbing:
Fadrian Merdianto
Fadrian Merdianto
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2015
Abstrak
Penggunaan aplikasi basisdata
saat ini berkembang dengan semakin meningkatnya kebutuhan pengelolaan basisdata
dalam jumlah besar salah satunya adalah basis data dalam perusahaan buana finance didistribusikan
menggunakan jaringan client server. Sebagai solusi terhadap kebutuhan tersebut
digunakan MySQL untuk membuat suatu basisdata dan xampp sebagai mesin penghubung antara
aplikasi dengan basisdata tersebut. Beberapa faktor yang melandasi penggunaan
client server adalah kemampuan menangani jumlah record yang lebih banyak,
keamanan data, adanya pembagian tugas antara client dan server serta kemampuan
untuk pengontrolan transaksi dari pihak client.
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada suatu perusahaan yang bergerak di bidang
keuangan yang disebut Buana Finance. Buana merupakan salah satu perusahaan
pembiayaan atau yang biasa disebut leasing yang kini mulai berkembang. Leasing
umumnya membiayai pembelian kendaraan nasabah atau konsumen, dimana nasabah
yang bersangkutan dapat membayar kendaraan nya secara bertahap sesuai dengan
ketentuan dan perjanjian kontrak.
Informasi yang dicatat pada perusahaan leasing
antara lain :
·
Nasabah
·
Vendor
penyedia mobil
·
Bank
sumber dana
·
Credit
Marketing Officer
·
Sistem
angsuran dan pembayaran
Banyak nya data yang hanya tersimpan pada
database perusahaan ini memerlukan analisis kinerja penjualan. Dari analisis
kinerja penjualan tersebut perusahaan dapat mengetahui berapa besar laba yang
diperoleh bahkan kerugian. Untuk menganalisa kinerja penjualan diperlukan data
historis dari kegiatan penjualan yang kemudian datanya diolah untuk
menghasilkan informasi kinerja penjualan.
Analisis kinerja penjualan sangat dibutuhkan
karena dari situ lah dapat diketahui gambaran kondisi dari perusahaan
sebenernya. Jika kinerja penjualan sedang menurun berarti perusahaan sedang
dalam keadaan tidak sehat begitu pun sebaliknya jika kinerja penjualan naik
berarti perusahaan dalam keadaan sehat.
Perusahaan dapat menganalisa dan mengetahui
faktor-faktor yang dapat menjaga kinerja penjualan agar selalu dalam posisi
sehat. Analisis dapat dilakukan dengan mengumpulkan data penjualan yang
bersifta historis atau lampau dan kemudian melihat grafik kinerja penjualan.
Terdapat banyak macam komponen terkait penjualan diantaranya, hubungan antara
variasi produk yang dijual, jumlah produk yang dijual, waktu penjualan, promosi
produk yang dijual, dan segmentasi pasar.
Dalam melakukan analisis perusahaan perlu
memiliki data yang banyak secara kuantitas dan baik secara kualitas. Pihak
manajemen perusahaan membutuhan teknologi yang membantu memahami analisis data
yang akan dilakukan.
1.2 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam
pembuatan tugas ini adalah merancang aplikasi basisdata yang dapat menunjukkan analisis kinerja
penjualan perusahaan.
1.3 Batasan Masalah
Berikut ini adalah
batasan-batasan yang digunakan untuk menyederhanakan masalah yang ada:
1. Client
dapat mengakses datanya melalui server secara lokal tidak dapat diakses secara
online.
2. Client dapat menginputkan data-data
penjualan yang berkaitan untuk analisis kinerja perusahaan.
3. Client dapat melihat data-data yang
telah diinputkan, untuk pengambilan keputusan perusahaan selanjutnya.
4. Koneksi database menggunakan xampp.
5. Basisdata
yang digunakan pada tugas akhir ini adalah MySQL dan aplikasinya menggunakan
phpmyadmin.
6. Nasabah memberikan account number
sumber dananya, agar angsuran langsung dipotong dari sumber dananya.
II DASAR TEORI
2.1 Pengertian Database
Basis data (bahasa Inggris: database) adalah
kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga
dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi
dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan
memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data
(database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu
informasi.
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan
dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data
memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya:
penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu
basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk
mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai
model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah
model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam
bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari
baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika).
Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang
sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan
menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
2.2 Pengertian Client-Server
Klien-server atau client-server merupakan
sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk
mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server.
Dalam model klien/server, sebuah aplikasi
dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan
yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut
sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen
klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima
masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang
dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan
mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya
dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server.
Komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan
mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien. Klien pun menerima
informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada
pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna.
2.3 Arsitektur
Client-Server
Macam-macam arsitektur aplikasi Client-Server
yaitu:
1. Standalone (one-tier)
Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan
pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan
dijalankan pada host. Walaupun computer client dipakai untuk mengakses
mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini, dan karena mereka “dump-
client” atau “dump-terminal”. Tipe model ini, dimana semua pemrosesan terjadi
secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan
pada model ini. Ada dua masalah pada komputasi berbasis host: Pertama, semua
pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang
mengakses host, semakin kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki
beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang
berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang
ada.
Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih
dalam tahap bayi, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan
mainframe. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan
telah mulai dihapus.
2. Client/Server (two tier)
Dalam model client/server, pemrosesan pada
sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal
sebuah aplikasi two-tier dengan banyakclient dan sebuah server yang dihubungkan
melalui sebuah jaringan.
Aplikasi ditempatkan pada computer client dan
mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan
permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya.
Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang
disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang
menyediakan service).
Tiga komponen tersebut yaitu :
1.
User
Interface. Adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan
langsung oleh user.
2.
Manajemen
Proses.
3.
Database.
Model ini memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga
terbentuk dua lapisan.
3. Three Tier
Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari
arsitektur Client Server. Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application
Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari
Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya.
Application Server umumnya berupa business
process layer, dimana bisa didevelop menggunakan PHP, ASP.Net, maupun Java.
Sehingga kita menempatkan beberapa business logic kita pada tier tersebut.
Arsitektur Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan
Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side
(Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer
client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke Application
Server dan diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya Application
Server akan melakukan komunikasi dengan database server.
Biasanya, implementasi arsitektur Three Tier
terkendala dengan network bandwidth. Karena aplikasinya berbasiskan web, maka
Application Server selalu mengirimkan Web Application-nya ke computer Client.
Jika kita memiliki banyak sekali client, maka bandwidth yang harus disiapkan
akan cukup besar, Sedangkan network bandwidth biasanya memiliki limitasi. Oleh
karena itu biasanya, untuk mengatasi masalah ini, Application Server
ditempatkan pada sisi client dan hanya mengirimkan data ke dalam database
server. Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke
dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas,
keterbaharuan, dan keamanan.
4. Multi Tier
Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang
sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian
UI (User Interface) dan Data Processing. Yang membedakan arsitektur ini adalah
dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server
merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan
Client/Terminal merupakan bagian dari UI. Business Logic Server biasanya masih
menggunakan bahasa pemrograman terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat
ini, bahasa pemrograman tersebut masih sangat mumpuni sebagai business process.
Multi-tier architecture menyuguhkan bentuk
three – tier yang diperluas dalam model fisik yang terdistribusi. Application
server dapat mengakses Application server yang lain untuk mendapat data dari
Data server dan mensuplai servis ke client Application.
III PERANCANGAN APLIKASI
3.1 Analisis Kebutuhan
Dalam tugas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan
bagi buana finance agar mendapatkan ananlisis kinerja perusahaan seperti yang
diharapkan. Berikut ini adalah gambaran singkat secara umum sistem untuk mengolah
data transaksi perusahaan:
Proses yang terjadi pada insert data ke dalam
database oleh credit marketing officer.
1Credit
marketing officer mengisi data-data dari nasabah yang melakukan transaksi
2Credit
marketing officer mengisi data bank yang digunakan nasabah untuk melakukan
pembayaran
3Credit
marketing officer mengisi sistem angsuran dan pembayarannya
4Credit
marketing officer mengisi data-data mobil apa yang dibeli oleh nasabah
Proses yang terjadi pada saat perusahaan
melihat data-data transaksi dari buana finance
1Client
memilih data apa yang ingin dilihat
2Server
menampilkan data-data yang diminta oleh client
3.2 Perancangan
Arsitektur Basisdata
Dalam perancangan ini basisdata terletak pada komputer
server yang dikendalikan sebagai admin yang ditunjukkan pada gambar 3.1. Credit
marketing officer yang mengoperasikan komputer sebagai client dapat melakukan
insert data kedalam database phpmyadmin dimana dijembatani oleh aplikasi xampp,
sehingga client mengisi data melalui aplikasi berbasis web.
Gambar 3.1 Diagram alur apliksi
3.3 Perancangan Database
Perancangan database dengan konsep PDM, PDM merupakan model
yang menggunakan sejumlah
tabel untuk menggambarkan
data serta hubungan antara data-data tersebut. Setiap tabel mempunyai
sejumlah kolom di mana setiap kolom memiliki nama yang unik. Dimana database
yang akan digunakan sesuai dengan gambar 3.2.
Gambar 3.2 PDM
Untuk menunjang kebutuhan analisis kinerja dari
perusahaaan buana finance, dibutuhkan adanya tabel transaksi untuk mengetahui
pegawai yang produktif, mobil mana saja yang lebih laku, lalu, serta nasabah
mana saja yang melakukan apply kredit mobil kepada perusahaan buana finance.
3.4 Perancangan
aplikasi pegawai
Dari analisis kebutuhan didapat bahwa pegawai dapat
melakukan beberapa proses ketika mengakses sistem aplikasi ini. Blok diagram
bagi pegawai digambarkan pada gambar 3.3. Pegawai dapat menginput data-data
dari nasabah serta menginput berbagai macam data yang dibutuhkan untuk tabel
transaksi
Gambar 3.3 Alur pegawai
3.5 Perancangan aplikasi Eksekuti
Eksekutif perusahaan akan melakukan pengambilan
keputusan dalam menjalankan perusahaan buana finance sesuai dengan data
transaksi yang ada sesuai dengan yang digambarkan pada gambar 3.4.
Gambar 3.4 Alur pegawai melihat data
3.6 Code SQL Pembuatan
Database
Syntax sql untuk pembuatan databasenya adalah
Gambar 3.5 Tabel Nasabah
CREATE TABLE NASABAH(
ID_NASABAH CHAR(6) AUTO_INCREMENT PRIMARY
KEY,
NAMA VARCHAR(50),
NO_TELP NUMERIC(13),
TTL DATE,
PEKERJAAN VARCHAR(50),
JUMLAH_GAJI NUMERIC(15),
ALAMAT VARCHAR(200)
);
Gambar 3.6 Tabel Pegawai
CREATE TABLE PEGAWAI(
ID_PEGAWAI CHAR(6) AUTO_INCREMENT PRIMARY
KEY,
NAMA VARCHAR(50),
NO_TELP NUMERIC(13),
TTL DATE,
ALAMAT VARCHAR(200),
JABATAN VARCHAR(50),
GAJI_PEGAWAI NUMERIC(15)
);
Gambar 3.7 Tabel Mobil
CREATE TABLE MOBIL(
ID_MOBIL CHAR(6) AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
NAMA VARCHAR(50),
NO_TELP NUMERIC(13),
TTL DATE,
PEKERJAAN VARCHAR(50),
JUMLAH_GAJI NUMERIC(15),
ALAMAT VARCHAR(200)
);
Gambar 3.8 Tabel Sumber Dana
CREATE TABLE SUMBER_DANA(
ID_SUMBER CHAR(6) AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
ID_NASABAH CHAR(6),
NAMA_BANK VARCHAR(50),
ACCOUNT_NUMBER VARCHAR(20)
);
Gambar 3.9 Tabel Merk Mobil
CREATE TABLE MERK_MOBIL(
ID_VENDOR CHAR(6) AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
NAMA_VENDOR VARCHAR(50)
);
Gambar 3.10 Tabel Transaksi
CREATE TABLE TRANSAKSI(
ID_TRANSAKSI CHAR(6) AUTO_INCREMENT PRIMARY
KEY,
ID_NASABAH CHAR(6),
ID_PEGAWAI CHAR(6),
ID_MOBIL CHAR(6),
DOWN_PAYMENT NUMERIC(15),
WAKTU_PEMBELIAN DATE,
LAMA_PEMBAYARAN NUMERIC(13),
MASA_TENGGANG DATE,
WAKTU_SELESAI DATE,
BIAYA_ANGSURAN NUMERIC(15)
);
3.7 Report yang Dihasilkan
Dalam pengambilan
keputusan oleh eksekutif perusahaan buana finance diperlukan data-data dalam
bentuk report agar dapat tepat sasaran dalam pengambilan keputusannya, report
tersebut antara lain, adalah:
1. Report Data Leasing Mobil
2.
Report
Data Nasabah
3.
Report
Data Transaksi
4.
Report
Data Pegawai
5. Report Data Keuangan Perusahaan
IV. IMPLEMENTASI
4.1 Implementasi Login Pegawai
Gambar 4.1 Login
Disini pegawai akan memasukkan id dan password
menggunakan ID_PEGAWAI, setelah pegawai login maka pegawai dapat dapat
menambahkan data-data transaksi yang baru.
4.2 Implementasi
Insert Nasabah
Gambar 4.2 Insert Data Nasabah
Setelah pegawai login, pegawai dapat
menambahkan data-data nasabah yang dibutuhkan setelah nasabah menginput
data-data yang dibutuhkan, selanjutnya pegawai menginputkan sumber dana yang
akan digunakan oleh nasabah dalam melakukan pembayaran angsuran mobil.
Gambar 4.3 Form Untuk Mengisikan
Sumber Dana Nasabah
Setelah diinputkan data nasabah, pegawai
selanjutnya menginputkan data sumber dana nasabah dimana, pegawi hanya tinggal
mengupdate data nasabah untuk menginputkan data sumber nasabah.
Setelah pegawai menginputkan data nasabah maka
akan ada report dari data nasabah seperti gambar 4.4.
Gambar 4.4 Profil Nasabah
4.3 Implementasi Insert Mobil
Selain dapat menginsert data nasabah, pegawai
dapat menginsert data-data mobil yang diajukan oleh nasabah untuk pengajuan leasing mobil.
Gambar 4.5 Insert Vendor Mobil
Setelah pegawai menginsert vendor mobil yang
diajukan oleh nasabah, maka dilanjutkan dengan pengisian data-data mobil yang
diajukan nasabah yang formnya sesuai dengan gambar 4.6.
Gambar 4.6 Insert Data Mobil
4.4 Implementasi
Insert Transaksi
Setelah data mobil diinsert maka dilanjutkan
dengan penginputan data-data untuk transaksi pada perusahaan buana finance,
form untuk penginputan transaksi dijelaskan dalam gambar 4.7.
Gambar 4.7 Form Insert Transaksi
Setelah penginputan data-data transaksi yang
dibutuhkan maka data-data tersebut akan diproses oleh database untuk
mendapatkan biaya yang harus dibayar per bulannya sehingga nasabah mengetahui
biaya angsuran serta masa tenggang pembayaran setiap bulannya
Gambar 4.8 Data Transaksi
4.6 Implementasi Login Eksekutif
Gambar 4.10 Login Eksekutif
Disini eksekutif akan memasukkan id dan
password menggunakan ID yang telah diberikan, setelah eksekutif login maka
eksekutif dapat melihat data-data transaksi yang dibutuhkan untuk analisis data
dalam pengambilan keputusan.
4.5 Implementasi Report Perusahaan
Selain untuk melakukan transaksi dari
penginputan data nasabah, data mobil yang diajukan, serta data transaksi
pengajual leasung mobil kepada
perusahaan buana finance, pegawai pun dapat melihat laporan data leasing mobil yang diajukan oleh
nasabah, keuntungan yang didapatkan perusahaan buana finance, kinerja pegawai
marketing yang memberikan pendapatan yang tetap untuk perusahaan, dan data-data
tersebut dapat digunakan sebagai data pendukung untuk menentukan keputusan
perusahaan buana finance selanjutnya, apakah melakukan pemecatan pegawai,
ataukah memberikan promosi khusus mobil tertentu yang banyak diminati oleh
nasabah.
Pada gambar 4.11 eksekutif dapat melihat
pegawai dan jumlah nasabah yang dipegang oleh pegawai tersebut
Gambar 4.11 Report Jumlah Nasabah
Pegawai
Report diatas digunakan eksekutif untuk
pengambilan keputusan apakah pegawai tersebut sudah saatnya diberhentikan atau
diberi surat perigatan, serta bisa dengan memberikan penghargaan employee of the month.
Selain report pegawai eksekutif dapat melihat
report mobil yang banyak diajukan untuk leasing
yang bisa dilihat berdasarkan vendor mobil, warna mobil, tipe mobil mana
saja yang laku di pasaran.
Gambar 4.12 Report Warna Mobil
Favorit
Gambar 4.13 Report Vendor Mobil
Favorit
Gambar 4.14 Report Tipe Mobil Favorit
Selain report tipe mobil, vendor mobil, serta
warna mobil favorit sebagai pengambil keputusan, perusahaan buana finance pun
membutuhkan laporan keuangan per bulannya, sehingga dapat diketahui apakah
perusahaan sedang dalam kondisi sehat atau sedang dalam kondisi sehat, seperti
ditunjukkan dalam gambar 4.15 diberikan report keungan perusahaan buana finance
selama empat bulan ke belakang sebagai salah satu data untuk mendukung
pengambilan keputusan.
Gambar 4.15 Report Keuangan
Terdapat juga report jumlah mobil yang terjual
selama empat bulan terakhir, terdapat berapa banyak mobil yang terjual selama
empat bulan terakhir sebagai penunjang eksekutif dalam pengambilan keputusan,
dan dapat mengetahui kenapa pada bulan-bulan tertentu bisa terjadi kerugian tau
pun keuntungan bagi perusahaan buana finance.
Gambar 4.16 Report Penjualan Mobil
Dengan adanya report penjualan mobil dapat
diketahui pada bulan 3 – 2015 mengalami kerugian disebabkan oleh penjualan pada
perusahaan buana finance dalam leasing mobil hanya terdapat dua mobil sehingga
perusahaan buana finance mengalami kerugian. Setelah diketahui penyebabnya maka
para eksekutif dapat mengambil keputusan untuk menggenjot para pegawai agar
lebih aktif lagi dalam mencari nasabah. Dan hal tersebut terbukti berhasil
karena bulan 4 – 2015 perusahaan buana finance mengalami keuntungan sebesar Rp.
10.000.000
V. KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil
perancangan dan implementasi aplikasi
basisdata perusahaan buana finance client server yang dibuat dapat disimpulkan
bahwa :
1. Proses permintaan client disampaikan melalui koneksi basisdata dengan
menggunakan database phpmyadmin dan diatur oleh xampp.
2. Client hanya dapat melihat dan menginput data
transaksi perusahaan.
3. Client terbagi menjadi dua yaitu pegawai dan
eksekutif.
4. Pegawai menginputkan data transaksi yang
dibutuhkan, data nasabah, serta data mobil yang diajukan nasabah untuk dileasing.
5. Eksekutif dapat melihat report transaksi
untuk pengambilan keputusan.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data
http://id.wikipedia.org/wiki/Klien-server
http://www.blog.efriharefa.com/2012/11/pengertian-dan-definisi-client-server.html
https://slametridwan.wordpress.com/arsitektur-client-server/
http://informatika.web.id/cdm-dan-pdm.htm
http://andrey-derma.com/article/detail/32/Mengenal-OLAP-dan-OLTP
- 20.48
- 0 Comments

























